Sunday, October 26, 2008

Malaysia kalah lagi?

Alahai Malaysia, pasukan bola sepak negara kita sekali lagi telah menempa kekalahan. Kali ini kepada pasukan dari negara jiran iaitu Vietnam yang mana bagi saya, Vietnam bukanlah pasukan yang kuat sangat kalau nak dibandingkan dengan Thailand. Tapi apakan daya, mungkin juga nasib tidak menyebelahi kita...(kalah penalti aje kan?)

Kalah atau menang, itu adat pertandingan bukan? Adat peperangan juga ada yang menang dan juga yang kalah. Bagaimana pulak dalam berjuang? wujudkah kalah atau menang? "Jika takut akan risiko, jangan bicara akan perjuangan" begitulah kata-kata seorang pejuang pejuang reformis yang tersohor di negara ini.

Saban hari, ada dua soalan yang selalu berlegar-legar di benak penulis. Dua buah pertanyaan ini cuba dicerna oleh otak saya agar mendapat jawapan yang logik dan konkrit. Soalan ini juga dituju kepada segenap saudaraku yang beriman secara umum. Dua pertanyaan tersebut: “Takutkah anda untuk berkorban?” dan “Maukah anda berjuang?”

Firman Allah

لِيَجْزِيَ اللهُ كُلَّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ إِنَّ اللهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ
“Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya, tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya.” (Ibrahim: 51)

إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِيْنَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُوْمُ اْلأَشْهَادُ
“Sesungguhnya kami menolong rasul-rasul kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat).” (Al-Mu`min: 51)

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Muhammad: 7)

Nah, jelas bukan ganjaran kepada yang sanggup berkorban? So...apakah soalan yang dua tadi masih gagal dijawab oleh kita? sebenarnya soalan tadi bukanlah berbentuk soalan akan tetapi lebih kepada provokasi dan motivasi kepada kita.

Wahai saudaraku sekalian, kita sebagai pemuda/pemudi/shababul muslim mestilah menyahut cabaran ini! Jangan hanya jadi batu mahupun pengkritik sahaja tetapi tidak lngsung mendokong perjuangan yang ada. Sedar dan bangkitlah!

Bagi yang telah berada di medan perjuangan, teruskan berjuang. Bagi yang baru ingin mencuba, janganlah ragu-ragu. Bagi yang masih belum lakukan apa-apa, mulakan melangkah satu persatu.. Ayuh, bangunlah menyahut seruan jihad dalam menegakkan agama yang suci ini! Jangan berlengah lagi!

Dunia
Akulah pemuda
Yang lahir dari rahim peradaban
Dibesarkan oleh zaman
Dididik oleh pengalaman

Dunia
Izinkan aku menyampaikan dengan jelas
Dengan tegar dan semangat
bahwa aku punya cita
Tak sekedar kata dan orasi
Tapi kerja nyata dan realisasi

dunia
Izinkan aku mengabarkan
Bahwa di tanah pertiwi ini
Masih ada pemuda yang peduli
Pada keadaan negeri ini
Dan aku pun rela . . .

Jika tubuh ini menjadi gontai karena lelah
Jika kulit kulit ini menjadi kusam dibakar matahari
Biarlah, dia menjadi saksi sejarah
Bahwa aku telah berjuang
Tuk ciptakan perbaikan

Bu, inilah anakmu
Yang melangkah gagah dengan pasti
Bu inilah jalanku

Bu,
Nyatanya jalan ini begitu panjang,
Begitu terjal dan curam
Tapi Bu, jalan ini telah kutapaki
Terjalnya telah ku awasi
Puncaknya kan ku daki
Izinkah aku, untuk berbakti
Kepada Islam yang ku cintai!

Dedi Setiawan & Dr. Yusoff, 10.12 a.m., 26 Oktober 2008

1 comment:

Anonymous said...

eeeemmmm macam mana ek nak kata kte la nie... kritik mang satu kewajipan buat sesetengah individu..(biaqlah keje depa) namun melakukan apa yg diperkatakan merupakan satu isu yg masih berpusing2 dalam kalangan kita...ayuh la kita realisasian provokasi saudara itu... teruskan brada dilandasan kebenaran dan jangan pernah rasa keseorangan....